Pengumpan RSS

Sahabat seperti apakah?

Posted on

Dulu kita sahabat dengan begitu hangat, mengalahkan sinar mentari. Dulu kita sahabat berteman bagai ulat, berharap jadi kupu-kupu”

“…Persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu, persahabatan bagai kepompong maklumi teman hadapi perbedaan..”

Aku suka sepenggal lirik Kepompong tadi, bagus-bagu gimana gtu hehehe mengingatkanku pada seorang teman..

yah dulu kita sahabat dengan begitu hangat , hampir kemana barengan terus, hampir tiap hari sharing bareng, ketawa bareng, ngomongin cowok bareng, saling menghibur bareng, dll yah itu dulu..

yah maklumi teman hadapi perbedaan memang seharusnya begitu, kita sebaiknya menerima apa adanya temanki, punya teman yang ganteng, cantik, pintar, populer, cerdas, ya terima aja apa adanya mereka dan seakrabnya kita berteman pasti ada perbedaan dengan teman kan?! perbedaan pemikiran, gaya berpakaian, gaya pergaulan, dll

Kalau teman kita salah, apa yang harus kita lakukan? pilihan mana yang akan kalian pilih :

  1. Menghakiminnya(menyalahkannya) di depan umum
  2. Membelanya di depan umum, dan menutupi kesalahannya
  3. Diam saja tidak campur tangan

Kalau teman kita tidak disukai oleh sebagian besar temans, pilihan mana yang akan dipilih :

  1. Ikut menjauhinya jika sedang bersama temans lain
  2. Tetap memilih menemaninya dan terkucilkan

itu contoh kasus kalo di depan umum, dilingkungan yang banyak orang. Nah kalo dilingkungan yang hanya ada kita dan teman kita.

Kalau teman kita salah, namun dia tetap teguh dengan langkahnya, pilihan mana yang akan dipilih :

  1. Selalu berusaha mengubah dia
  2. Tetap berteman namun sedikit Menjaga jarak dengan dia
  3. Tidak mau ikut campur dengan kehidupannya (hmm apa ini namanya sahabat?!)

Jika ada yang menegurmu dan berkata “hei, dia sahabatmu bukan? tolong beri tahu dia bla.. bla.. bla…, …mengapa dia begitu menyebalkan dan menjengkelkan, kami tidak suka dengannya” apa yang akan kamu jawab dan tindakan bagaimana yang akan kamu ambil?

Sejujurnya aku bingung gimana mengungkapkan isi kepalaku ini mengenai seorang temanku yang begitu baiknya namun juga begitu “cantiknya” mengambil peranan.. Aku bingung sebenarnya dimankah posisiku saat ini sebagai teman yang baikkah? sebagai teman yang jahatkah?

Sejujurnya aku ingin menjadi teman yang baik untuknya dengan caraku, namun disisi lain menggambarkan betapa jahatnya aku sebagai temannya..

Dan aku kini memilih tetap berteman dengannya, namun aku sedikit menjaga jarak dengannya yang berperan “apik”

Iklan

One response »

  1. yoo ambil positipnya ajah
    tiap org kn punya sifat positip & negatip, yaa kita suport aja sifat positifnya mereka, kalo sifat negatifnya yoo jangan ampe ketularan
    sukur2 kita bisa sebagai penasehatnya untuk lebih berbuat positip….

    contohnya kalo ada temen pinter masak, sedaqngkan kita sndiri masak air pun gosong, yaa dengan berteman dengan dia pasti juga ketularan bisa masak, walau cm masak mie goreng 😛

    ibarat lagi kena flu, kalo deket tmn yg lagi flu bisa2 kita ketularan juga kan…???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: